Jumat, Mei 07, 2010

Pohon Sepe Sakuranya Kupang

Apa yang paling dirindukan dari Kupang ketika sedang berpergian jauh?Makanannyakah?pantainyakah?Atau suasananya?
Tapi bagi saya ketika berkuliah di Jogja dulu, hal yang paling saya ingat dari kota Kupang adalah saat Natal dan menjelang Natal. Mengapa?Tentu karena susananya jelas berbeda dari kota-kota lain di Indonesia yang mayoritas penduduk bukan beragama Kristen, dan juga tentu saja lebih menyenangkan untuk merayakan Natal di rumah bersama sanak family dari pada sendirian di kost.
Selain dari pada hal-hal yang saya sebutkan di atas, hal yang menyenangkan hati saya ketika musim hujan di Kupang adalah saat dimana flamboyan atau di Kupang lebih dikenal dengan pohon sepe mulai berbunga.
Warna merah cerah bunganya berpadu dengan hijaunya dedaunan sungguh merupakan pemandangan yang sangat indah. Apalagi bunga ini mekar waktu musim hujan di saat Kupang sedang hijau-hijaunya. Satu pohon sepe pada saat mekar bunganya lebih banyak dari daunnya persis seperti bunga sakura di Jepang hehehe, apalagi pohon ini tumbuh di setiap sudut kota Kupang. Coba bayangkan pemandangan satu kota yang dipenuhi dengan pohon sepe yang sedang berbunga
Dulu saya paling suka melihat pemandangan dari arah hotel Dewata dengan pohon sepenya yang sedang berbunga, berlatarkan laut dan birunya langit. Dijamin hati akan terasa sejuk segar, apalagi kalau sambil mendengarkan lagu-lagu natal di earphone. Sayangnya tidak ada tempat yang memadai untuk kita berhenti sejenak dan menikmati pemandangan yang disuguhkan. Hmm saya berpikir bagaimana kalau di trotoar depan gedung RRI Kupang dibuatkan bangku khusus untuk pejalan kaki? Setidaknya para turis yang sering saya lihat berjalan kaki bisa beristirahat sejenak bila mereka kecapean kan?
Yup itu untuk cerita lain lagi, tapi saran saya disore hari dimana matahari sudah mulai tenggelam, cobalah berjalan dari arah hotel Dewata (lagi) menuju ke perpustakaan daerah sambil melayangkan pandangan ke arah Bonipoi dan sekitarnya. Diantara atap-atap rumah penduduk tersembul pohon sepe yang berwarna merah diantara hijaunya pepohonan yang lain berlatar langit yang hampir senja, dan tentu saja laut biru di kejauhan. Dijamin kita akan betah berlama-lama berdiri atau sekedar duduk di situ, asal jangan sendirian saja kalau tidak ingin dianggap orang aneh hehe.
Sebenarnya masih banyak tempat lain yang lebih bagus, tapi hanya dua tempat itu yang sering saya kunjungi dan lewati. Tapi intinya mengunjungi kota Kupang pada bulan november atau desember, anda akan disuguhi pemandangan yang jarang bahkan tidak ditemui di kota lain.
Hmm kalau di Jepang ada sakura, di Kupang ada pohon sepe hehehehhe.

2 komentar:

  1. Vien.... menarik, tapi kalau boleh lebih gali lebih dalam lagi soal POHON SEPE an sich..... dari mana? trus hubungannya dengan orang Kupang? trus apa ada khasiat plus-plus dari pohon ini atau mungkin yang mistis dan nuansa a-kritis lainnya. biar ceritanya makin enak dan berisi, tambahkan juga satu-dua cerita lain soal pohon ini...... wokayyyyyy

    TERUSLAH MENULIS, karena "kamu memang beda"



    sukses selalu

    E'

    BalasHapus
  2. eehh mau seh nulis gitu..klo tulisan yg ini cuma untuk mengenang suasananya seh hehhehe btw thx buat sarannya...klo sudah ada bahannya nanti aq tulis lg hehehe.

    thx berat

    BalasHapus